Minggu, 15 November 2009

PERHATIKAN BAIK-BAIK ANGKA DAN HURUF PADA BIS YANG ANDA NAIKI!


Sebelumnya, gw mau sharing nih, pengalaman paling menyebalkan dalam hidup gw salah satunya adalah nyasar, karena gw sering banget nyasar! Pernah gak sih lo semua naik angkot terus nyasar? Pasti cerita lo yang pernah nyasar, lebih menarik daripada cerita ini..

BAB.1 PERSAHABATAN

Hari ini, jumat 13 november 2009, jam12. @tasyadewiparastika (gw, yang empunya cerita) telah selesai makan siang di harvest sama sahabat gw, @mutiaimroatussoleha (mutia). Kita berdua mengisi waktu luang setelah stres ujian, kemudian berencana mau ikut seminar medical check-up pra-nikah jam13 (maklum wanitaaaaa..! ;p) sama sahabat gw satu lagi, @ridantiindraswari (dancu), yang lagi ada keperluan lain sementara gw sama mutia ke harvest.

Setelah dari harvest gw dan mutia balik ke FKM, dan lo harus tau! (bahasa gaul, bukan b4h454 4l4y!) seminar itu ternyata bukan jam13, melainkan tertulis di spanduk jam setengah15 alias 14.30! Sementara kata dancu, seminar itu jam13! Sesampainya kita di kantin FKM dancu memberi kabar super dadakan klo ternyata dia gak jadi ikut seminar karena lagi sama @arifdanu (mbe, mbe itu temennya, temen baiknya, sahabatnya, HTS-annya, whatever-lah ya gw gak tau!). Alhasil, kesel lah gw sama si dancu ini. Yah, akhirnya gw sama mutia jadi gak tau mau kemana, hidup tanpa arah tujuan, mana mutia ada janji sama @ranggaprasetya (rangga, cowonya mutia) jam14, yaudah deh gw memutuskan pulang aja ketemuan sama @nevoangkasawati (mama, nyokap gw tercinta)…..

BAB.2 BIS KUNING UNIVERSITAS INDONESIA

…..Berjalan dari aula gedung A dan akhirnya sampai di halte FKM, kemudian duduk dan berdoa (semoga gw dapet bikun AC). Dan lamaaaaaaaaa.. sampe gw berlumut, itu bikun gak dateng-dateng! Great! Memang, bikun ini punya jam-jam tertentu bilamana datang cepat dan bilamana datang lambat, salah satunya waktu siang ba’da zuhur. Mungkin bikunnya ikut sholat zuhur dulu sama pak supir.

Menunggu dan menunggu…

Eh, setelah penantian lama, akhirnya bikun berslogan “use public transportation to reduce air pollution” datang (Yes! Bikun AC! Senang dalam hati). Okay, kemudian gw naik dan syukur alhamdulillah gw dapet tempat duduk. Supir bikun menginjakkan kakinya ke pedal gas dan melajukan bikun melewati halte balairung dan selanjutnya halte MUI (Masjid Ukhuwah Islamiah atau Masjid Universitas Indonesia ya? Tanya saja pada rumput yang bergoyang). Nah, di MUI inilah gw bertemu dengan @aidahauliyah (mba aida, temen gizi gw yang mungkin karena orang jawa maka diberi gelar ‘mba’)…..

BAB 3. GALIAN TANAH DI KOBER

…..”Hai mba aida, mau kemana?” sapa gw.

“Eh tasya, mau ke kober nih. Loh, tasya mau kemana?” jawab mba aida.

“Aku mau pulang. :D”

“Ooh, ke gerbatama ya?”

“Iya,mau naik 19 nih mba aida.”

“Oalah, aku juga mau naik 19, tapi mau ngambil pin AKG dulu di kober sebentar, bareng aja yuk naik 19-nya, sekalian nemenin aku ke kober, yayaya?” (AKG, Asosiasi Keluarga Gizi, nama dari himpunan mahasiswa departemen gizi)

(kemudian gw berpikir sebentar, sambil dihasut mba aida untuk nemenin), “okelah! :)”

Tak lama, ternyata bikun sudah sampai di halte stasiun UI. Akhirnya gw nemenin mba aida ambil pin di kober (kober adalah nama daerah di sekitar stasiun UI, di seberang lebih tepatnya, yang banyak menjual buku, pin, accessories, payung, minuman teh gelasan, dll.)

Begitu turun dari bikun kita langsung berjalan mengarah ke stasiun UI dan belok ke kanan ke arah kober. Sebelum menyeberang rel kereta api ternyata terlihat ada orang-orang yang sedang menggali tanah, entah apa yang dicari dibawah sana, tapi yang pasti galian tanah itu benar-benar mengganggu pergerakan mahasiswa di kober. (Hey, pemerintah! Tolong itu galian tanah jangan sampai memunculkan korban di stasiun UI yaa! Perhatian untuk rekan-rekan mahasiswa harap berhati-hati kalau ke kober, kerapkan seluruh konsentrasi saat menyeberang rel! Hidup mahasiswa!)…..

BAB 4. UJIAN MODUL JANIN, BAYI, DAN ANAK PRA-SEKOLAH

…..Setelah berhasil melalui jalan yang ada galian tanahnya, kita bertemu mas-mas pembuat pin AKG, dan tak banyak acara ngalor ngidul, kita langsung melanjutkan perjalanan ke arah es pocong untuk menunggu angkot 19.

Kali ini menunggu 19 gak sampe berlumut, karena kalo lama gw akan berkerak bukan berlumut lagi! Mobil warna merah bertuliskan 19, Kp.rambutan-Depok segera datang menghampiri kami yang melambaikan tangan, tanda ingin menjadi penumpang.

Kami naik dengan kaki kanan terlebih dahulu dan duduk berhadap-hadapan, gw di bangku 4, mba aida di bangku 6 (Secara struktural, bangku di angkot itu akrab disebut 4-6, Fisiologi Manusia, William F. Ganong, 2008).

Sepanjang perjalanan di angkot 19, gw dan mba aida ngobrol ngalor ngidul sampe ngegosipin ujian modul tadi pagi (Biasa, cewe-cewe gizi kalo ngegosip, bahan gosip = bahan ujian!)

“Sya, gmn ujianmu?” mba aida membuka pembicaraan.

“Waduh, aku gak tau deh mba aida, aku pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa.” Jawab gw lemah, karena mendadak jadi inget hemokonsentrasi, hemodilusi, fetal, embrio, trimester I-III, retained effect, growth faltering, dan sebangsanya!)

“Iya ya, aku tadi kesel deh, karena ngerasa yang harusnya gak salah jadi salah. Duh, gmn ya sya. Tasya yang prinsip perkembangan bayi dari lengan sampai jari jawabannya apa? Moso aku general-to-spesific!”

“Loh, kok bisa mba aida. Itu kan jawabannya proximodistal. Prinsip perkembangan bayi kan cuma dua, cephalocaudal dan proximodistal.” Jawab gw sok-sok pinter! Karena menurut gw aslinya gw gak pinter.

“Tuh kan! Aduh!” sesal mba aida mengheningkan suasana angkot 19.

Mari kembali pada angkot 19. Tak lama kemudian, mba aida turun, gw gak tau mba aida turun dimana itu daerah ya, yang jelas gw akan turun di daerah bernama ‘jalan baru!’ dan Alhamdulillah gw sampai dengan selamat, sentosa, aman, dan tentram di jalan baru…..

BAB 5. MY PRINCE CHARMING

…..Sesampainya gw di jalan baru disambut riang oleh para kernet bis dan mereka berteriak-teriak histeris! “Neng, Bogor! Neng, Tasikmalaya! Neng, Bandung! Neng, Grogol! Neng, Garut!” (Oh My God! Menurut lo aja kali! Emang gw mau beli dodol, ke garut!)

“Misi pak..misi pak!” jawab gw yang hampir gak bisa bernapas dalam suasana sesumpek itu.

Ya ampun mata gw mencari satu tujuan, bis mayasari bakti berwarna hijau, 9BT, dengan trayek Kp.rambutan-UKI-Bulak Kapal. Mari kita ulang sekali lagi, 9BT! Dan bis itu ternyata belum ada, atau mungkin belum terlihat di mata gw.

Wuuuuuuusss..!

Tiba-tiba bis mayasari bakti berwarna hijau (yang gw liat dengan yakin seyakin-yakinnya bis ini adalah 9BT) melesat agak cepat beberapa ratus meter di sebelah kiri gw. Kejadian ini berlangsung cukup cepat (seperti pengiriman impuls saraf dari saraf sensorik ke system saraf pusat). Makanya gw agak setengah sadar, padahal tadi gw gak liat bis hijau itu. Pokoknya entah bagaimana, gw langsung berbalik arah dan berlari mengejar bis. Gw terus berlari sampai akhirnya gw dapat menaiki bis dan yeah! gw dapet tempat duduk di bangku 2 dekat jendela (Secara struktural, bangku di bis itu akrab disebut 2-3, Fisiologi Manusia, William F. Ganong, 2009).

Entah mengapa, bangku 2 merupakan bangku favorit gw. Barangkali karena gw gak mau ada orang duduk di sebelah gw, jadi triknya gw meletakkan tas gw di bangku kosong sebelah gw dan gw bisa dengan tenang memandangi keadaan di luar jendela. Lain kasus jika bis ini penuh, gw akan memangku tas gw dan mempersilahkan orang yang berdiri untuk duduk.

Sepanjang jalan gw memandangi keadaan di luar jendela seperti yang tadi gw bilang. Awan-awan sepertinya udah mengerucutkan bibirnya, memberi sinyal bahwa mereka ingin menangis, tapi semoga saja tidak menangis saat itu.

Cerita awan mendukung gw untuk melamun, melamunkan my prince charming.

My prince, you’re my hero who always cares about me.

My prince, you’re my life savior who always saves me from sadness.

My prince charming... Oh, my prince charming...

(diiringi backsound… Kerispatih!)

Dirimu di hatiku tak lekang oleh waktu.

Meski kau bukan milikku.

Intan permata yang telah pudar, tetap bersinar.

Mengisi kesepian… Jiwakuuuuu…

Uuooooo, uoooohh, oooh…

(sambil menitikkan air mata. ..:’T_T’:..)

Hahahahahahahaha, apa banget deh gw! Seriously, gw gak mikirin cowo kok, gw emang bengong tapi gak tau bengongin apa..hehehe! :p Sorry for disappointments!

Lalu, suara kernet bis hijau yang gw tumpangi lantang terdengar…..

BAB 6. AKHIRNYA NYASAR JUGA!

…..”Cikarang, Cibitung, Bu! Cikarang, Cibitung, Pak!”

Okay, gw masih asyik dengan lamunan indah gw. Berbengong ria, tapi kali ini bengong gw sedikit berbobot, karena gw sedikit berpikir. (Emang 9BT lewat cikarang ya?! Sepengetahuan gw lewat bulak kapal. Cikarang kan tempat renang, wat** b**m cikarang. Gw kan gak mau ke cikarang, jauh amat, walaupun lagi ada diskon 20% entry ***er *oo* cikarang buat pengguna esia wifone lho!)

WHAAAAAAAAAT! CIKARAAAAAAAANG?

ASTAGHFIRULLAHALADZIM!

Sontak gw kaget dan berdiri. Gw jalan agak cepat ke kernet bis, dan bertanya tergesa-gesa, “Pak, ini bukannya mau ke bulak kapal?”

“Bukan neng, itu mah bis 9BT yang ke bulak kapal!” jawab si kernet santai (dia gak tau apa gw udah mengalami takikardia! P.S: takikardia adalah peningkatan kecepatan denyut jantung melebihi batas normal).

“Lahh! Emang ini 9 apa pak? Bukan 9BT?”

“Ini mah 9BC neng.”

Okay, refleks gw menoleh ke arah papan yang bertuliskan:

9BC, Kp.Rambutan-UKI-Cikarang

Ya ALLAH, Ya Rabbi, Ya Tuhanku! Ternyata my prince charming bukannya menyelamatkan hidup gw, malah bikin gw nyasar! Gw turun secepat kilat, tapi gw gak tau gw ada dimana dan harus kemana…..

BAB 7. MEMPERHATIKAN BAIK-BAIK ANGKA DAN HURUF PADA ANGKOT YANG GW NAIKI!

…..dengan tampang malu-malu gw balik lagi ke si kernet, lalu bertanya, “Pak, kalo mau ke bulak kapal naik apa ya? :D” sambil menyeringaikan deretan gigi-gigi gw.

“hahahaha. Si eneng, ini nih naik mobil yang ini.” Dia menunjuk ke arah mobil berwarna biru, sambil menertawakan gw pelan-pelan. (huuh, hati gw cemberut karena ditertawakan!)

Akhirnya gw naik mobil berwarna biru sampai ke tempat yang familiar di mata gw, bulak kapal. Dan setelah ini gw harus nyambung angkot 16C supaya sampai di gerbang depan komplek perumahan gw. Maka, gw memperhatikan baik-baik angka dan huruf pada angkot yang gw naiki! (FYI, di daerah sini ada angkot 16, 16A, 16B, dan 16C. Kalo yang sebelumnya ada bis 9A, 9BB, 9BT, dan 9BC).

Kemudian naiklah gw angkot 16C, syukurlah kali ini gw benar dan benar-benar tepat naik angkot 1-6-C, gak ada wrong spelling. Dan dengan tenaga yang tersisa akhirnya gw melihat tulisan “PURI CENDANA”. Seperti biasa, ojek langganan gw panggil, dan dengan kesetiaannya dia mengantarkan gw ke sektor taman krakatau, blok D5 no.9 (karena memang cuma alamat itu yang gw tau tentang rumah gw, gw gak tau apa nama jalan, RT, RW, kecamatan, kelurahan, kabupaten dari rumah gw)…..

BAB 8. LAUGHING OUT LOUD!

…..Puri Cendana, taman krakatau blok D5 no.9 Bekasi Timur 17519, sampailah gw di rumah, istana, tempat kedamaian, bertemu dengan mama tercinta.

Alhamdulillahirabbilalamin!

Terima kasih ya Allah! Terima kasih ayah!

Aroma rumah terindah yang gw nanti-nantikan sejak tadi bisa terhirup di hidung gw. Hal pertama yang gw lakukan saat sampai di rumah adalah membuka pintu pagar, pintu rumah, melepas sepatu sandal yang gw kenakan, ambil air putih 2 gelas untuk diminum, duduk di samping mama dan bercerita BAB 1-BAB 7!

Kemudian mama menanggapi, “hahahahahahahahahahahahahaha..!” laughing out loud, tawa renyah mama membuat bibir gw mengerucut, cemberut!

SELESAI

Senin, 02 Maret 2009

Obesitas.....?????Oh My God.....!!!!!


Obesitas (kegemukan) adalah masalah gizi yan paling sering dan paling mahal di Amerika Serikat. Indikator yang mudah digunakan dan handal untuk lemak tubuh adalah Index Massa Tubuh (Body Mass Index, BMI), yakni berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan tinggi badan pangkat dua (dalam meter). Nilai di atas 25 adalah abnormal. Orang dengan nilai 25-30 mengalami kelebihan berat (overweight), dan mereka yang nilainya >30 mengalami obesitas. Di Amerika Serikat, 55% populasi mengalami kelebihan berat dan 22% obesitas. Insidens obesitas juga meningkat di negara lain. Memang, Worldwatch Institute memperkirakan bahwa kelaparan masih menjadi masalah di berbagai belahan dunia, namun jumlah orang dengan kelebihan berat badan di dunia saat ini sama banyak dengan jumlah yang kekurangan makan.
Obesitas dianggap sebagai masalah karena koplikasi yang ditimbulkannya. Obesitas berkaitan dengan percepatan aterosklerosis dan peningkatan insidens penyakit kandung empedu dan penyakit lain. Keterkaitannya dengan diabetes tipe 2 sangat mencolok. Seiring dengan pertambahan berat badan, resistensi insulin juga meningkat dan dapat timbul diabetes klinis. Pada sebagian kasus, toleransi glukosa pulih jika berat badan diturunkan. Selain itu, angka kematian akibat berbagai jenis kanker meningkat pada orang obesitas.
Selama masa dewasa, berat badan umumnya meningkat secara perlahan tetapi tetap. Berkurangnya aktivitas fisik jelas berperan dalam peningkatan ini, tetapi penurunan kepekaan terhadap leptin juga mungkin berperan.
Reference:
"Buku Ajar Fisiologi Kedokteran", William F. Ganong, MD